Saturday, November 16, 2013

Mengungkap Rahasia Dahsyatnya Otak Kanan Manusia #bagian 2

ini adalah bagian ke-2 dari tulisan "Mengungkap Rahasia Dahsyatnya Otak Kanan Manusia" bagian pertama dapat dibaca disini.

Hasil Penelitian Mutakhir

Tahukah Anda, bahwa kemampuan otak kanan itu memiliki kapasitas 90% dan otak kiri hanya 10-12%. Hasil penelitian mutakhir di AS menyebutkan, peran logika dalam membuat orang menjadi sukses hanya 4-6%, sedangkan 94-96% adalah tanggungjawab otak kanan yang banyak berhubungan dengan inovasi, kreativitas, naluri, intuisi, daya cipta, kejujuran, keuletan, tanggungjawab, kesungguhan, spirit, kedisiplinan, etika, empati dan lain-lain.

Sedangkan tugas otak kiri adalah yang selalu berhubungan dengan angka-angka, bahasa analisa, logika, intelektual, ilmu pengetahuan. Adapun otak kanan bertanggungjawab dalam hal imajinasi, kreativitas, seni, music, inovasi, daya cipta, intuisi, otak bawah sadar, keikhlasan, kebahagiaan, spirit, keuletan, kejujuran, keindahan dan lain-lain. Selain diurusi oleh otak kiri, juga menjadi urusan otak kanan.

....Otak kanan dapat merekam dengan cepat dan tersimpan selamanya dalam memori otak. Sel-sel darah manusia dapat menjadi cadangan tempat penyimpanan memori manakala memori otak kita penuh. Kapasitas kemampuan otak kanan dalam menyimpan memori mencapai 10 pangkat 5 juta kilometer....

Dikatakan Arman, otak kanan, sesungguhnya dapat merekam dengan cepat dan tersimpan selamanya dalam memori otak. Sel-sel darah manusia dapat menjadi cadangan tempat penyimpanan memori manakala memori otak kita penuh. Perlu diketahui, kapasitas kemampuan otak kanan dalam menyimpan memori mencapai 10 pangkat 5 juta kilometer, yang kalau dihitung deretan angka nol di belakangnya adalah sebanding dengan jarak antara bumi dan bulan 14 kali pulang pergi.

Lalu apa pentingnya imajinasi? Lebih jauh, Arman member contoh, Albert Einstein menemukan teori relativitas karena kekuatan imajinasinya. Kemudian sewaktu duduk di bangku sekolah, gurunya mengajari Einstein tentang kekuatan daya imajinasi. Salah satu rahasia kecerdsasan orang Yahudi adakah kekuatan imajinasi.

Andrea Hirata, penulis buku Laskar Pelangi bisa sukses, bukan karena ilmu finance yang mereka pelajari di Sorbonne Prancis, akan tetapi karena kemampuan daya imajinasi seorang Andrea kreatif meramu perjalanan hidupnya menjadi suatu cerita yang menarik, lalu ditulislah kedalam bentuk Novel Tetralogi Laskar Pelangi—sekarang menjadi novel berkelas dunia karena sudah dialihbahasakan ke dalam berbagai bahasa. Novelnya kemudian difilmkan dan sukses di pasaran.

Salah satu orang yang bisa membiayai untuk berwisata ke luar angkasa adalah pembuat game computer dari Amerika Serikat (AS), keahlian untuk merancang game komputer, tentunya membutuhkan kemampuan imajinasi yang tinggi.

Bahkan orang terkaya di dunia, Billy Gates, pemilik Microsoft adalah seorang yang drop out dari perguruan tinggi. Tapi jangan ditanya soal tekad dan daya imajinasi yang tinggi, sehingga mampu mendirikan perusahaan Microsoft yang dibangun dengan modal tekad yang kuat.

Bahkan, Matshushitya Konoshuke, pemilik perusahaan elektronik Jepang “Panasonic” adalah mantan penjaga toko sepeda. Termasuk motivator sekaligus penulis buku terkenal Andri Wongso adalah anak dari keluarga miskin di Malang yang tidak tamat sekolah dasar, tapi karena keberaniannya bermimpi (daya imajinasi) akhirnya menjadi bintang film di Hongkong serta membuat kata-kata mutiara yang ditulis di kertas pembatas buku bernama Harvest. Itu artinya, cerdas saja tidak cukup, tapi diperlukan kreativitas dengan selalu mengasah imajinasi, dalam hal ini merangsang otak kanannya.

God Spot

Peneliti “Neuorolog” Michael Persinger di awal tahun 1990-an dan VS. Ramachandran bersama timnya di Universitas California. Barat pernah meneliti, adanya titik Tuhan (God Spot) dalam otak manusia. Ternyata, pusat spiritual yang terpasang ini terletak di antara hubungan-hubungan syaraf dalam cuping-cuping temporal otak. Melalui pengamatan terhadap otak dengan topografi emisi, positron, dan area-area syaraf tersebut akan bersinar manakala subjek penelitian diarahkan untuk mendiskusikan topic spiritual atau agama.

Menurut ahli syaraf, syaraf ini memiliki gejala yang unik, karena tidak teraliri oleh darah sepanjang hari, namun tidak mati. Syaraf ini butuh darah hanya 2-4 detik saja sebanyak 5 kali sehari. Syaraf ini diyakini sebagai chip atau modem yang ditanam oleh Allah ke dalam otak manusia agar mampu menerima hal-hal yang berhubungan dengan spiritual dan ilmu yang datangnya langsung dari Sang Pencipta melalui ilham.

Sebaliknya, apabila syaraf ini tidak aktif, maka orang tersebut sulit untuk menerima hal-hal yang berbau moral/etika, apalagi spiritual. Mungkin pula syaraf ini yang tidak aktif pada anak kita, sehingga sulit untuk membentuk karakter anak yang pada akhirnya nyaris gagal membangun karakter bangsa ini.

....Otak kanan memiliki kemampuan dalam hal rasa empati, kemampuan berkolaborasi dengan hati, dan kemampuan daya kreatif....

“Otak kanan memiliki kemampuan dalam hal rasa empati atau kepedulian yang tinggi. Otak kanan juga memiliki kemampuan berkolaborasi dengan hati, memiliki kemampuan daya kreatif dan seni yang tinggi. Keistimewaan otak kanan juga memiliki gelombang otak bersama gelombang alfa. Gelombang ini yang bisa merasakan keikhlasan, kebahagiaan, ketenangan, kekhusyukan, relaxi, hening, kepuasan, imajinatif dan seterusnya.

Praktisi pendidikan Djauharah Bawazir menambahkan, untuk memfungsikan otak kanan anak, perlu merubah metosde dan paradigm guru dan pendidikan kea rah pembelajaran yang lebih baik dan efesien. “Pendidik harus focus. Setelah merubah paradigma, lalu ditanamkan kesadaran, disiapkan mental berjuang dan pengorbanannya. Ingat, guru itu digugu dan ditiru,” kata Djauharah yang juga Dosen PGTK Bunyan.

Kata Djauharah, ketika paradigma diubah, maka seorang pendidik akan diikuti anak didiknya tanpa paksaan, disegani tapi dicintai, menjadi teladan, mengarahkan, membangun semangat, mengembangkan cita-cita, dan memotivasi. Ketika pola didik dilakukan secara maksimal, maka terbentuklah karakter manusia yang berilmu, bertakwa, ikhlas, santun, tanggungjawab dan sabar.

“Seorang pendidik ketika memberikan hukuman kepada anak didiknya, bukanlah pelampiasan kekesalan, tapi untuk kebaikan anak didiknya. Jangan buat anak susah, ketakutan, dan tertekan di kelas, sehingga menyebabkan anak tidak kreatif. Pendidik yang sukses adalah ketika anak didiknya selalu senang dan bersemangat pergi ke sekolah dan ingin sekali bertemu dengan gurunya,” tandas penulis buku Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) itu. [Desastian]

sumber : http://www.voa-islam.com/news/indonesia/2011/01/20/12876/mengungkap-rahasia-dahsyatnya-otak-kanan-manusia/

Thursday, November 14, 2013

Mengungkap Rahasia Dahsyatnya Otak Kanan Manusia

“Seseorang yang pernah juara Olympiade Matematika dan Fisika bukan jaminan untuk bisa memiliki pribadi yang unggul dan sukses. Karena mereka hanya mengandalkan otak kiri saja, bukan otak kanan. Pantas, bila bangsa kita kalah dengan bangsa lain. Itu akibat, otak kanan yang tidak terasah.”

Demikian dikatakan Arman Andi Amirullah, Direktorat Pembinaan TK & SD Departemen Pendidikan Nasional Pusat, dalam Seminar Sehari “Mengungkap Rahasia Otak Kanan Anak” di aula Kelurahan Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, Rabu (19/1/2011) lalu. Pembicara lain dalam seminar ini adalah Dra Dhauharah Bawazir, Psi, M.Pd, praktisi pendidikan yang juga seorang dosen psikologi dan bimbingan konseling Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Menurut Arman, ternyata tidak semua orang tahu perihal kehebatan dan rahasia otak kanan manusia. Uniknya, berbagai macam respon timbul ketika mendengar informasi tentang otak kanan. Ada yang menganggap biasa-biasa saja, ada yang sama sekali tidak pernah mendengar, ada yang tidak percaya bahwa otak kanan terbagi dalam dua bagian dengan fungsinya masing-masing.

Respon lain, ada yang menganggap bahwa otak kanan berfungsi atau aktif secara otomatis, apabila organ tubuh bagian kiri sedang bergerak, bahkan ada anggapan tidak ada pembagian otak kiri, otak kanan, maupun otak tengah. Yang mereka percayai, otak manusia hanya satu.

....Karena mereka hanya mengandalkan otak kiri saja, bukan otak kanan. Pantas, bila bangsa kita kalah dengan bangsa lain. Itu akibat, otak kanan yang tidak terasah....

“Maka pantaslah jika Indonesia tertinggal jauh dari negara-negara lain, Karena tidak tahu kehebatan otak kanannya. Ketika manusia tidak mengetahui rahasia otak kanannya, bisa dipastikan dirinya bukanlah orang  kreatif, kurang peduli, kurang inovasi, kurang kreasi, tidak sungguh-sungguh, dan kurang ikhlas,” ujar Arman.

Otak kanan yang tidak pernah diasah, lanjut Arman, juga bisa mengakibatkan seseorang kehabisan ide, kurang rasa ingin tahunya, kurang disiplin, kurang tanggungjawab, kurang menghargai orang lain, kurang menghargai keindahan, kurang menghargai kekuatan hati, kekuatan cinta dan sebagainya. “Maka apakah kita masih mau menunda-nunda untuk mengaktifkan otak kanan anak-anak bangsa?” kata Arman prihatin.

Islam dan Otak Kanan

Lebih jauh Arman menjelaskan, Islam adalah agama merangsang otak kanan manusia menjadi berfungsi. Betapa tidak, ketika kita mencoba memahami bagaimana pergantian malam dan siang terjadi, seperti dijelaskan dalam Al Qur’an, tentu diperlukan daya imajinasi untuk bisa merasakan kebesaran Tuhan dalam menciptakan alam semesta, menumbuhkan aneka tumbuhan, dan bagaimana Sang Khaliq menurunkan hujan.

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata: “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka” (Qs. Ali Imran 190-191).

“Tanpa bantuan imajinasi, kita tidak sanggup melihat dan merasakan langsung tanda-tanda yang dimaksud, dan tidak sanggup memikirkan penciptaan langit dan bumi,” ungkap Arman.

Bahkan dalam hadits Nabi dikatakan: “Sembahlah Tuhan-Mu seakan-akan engkau melihatnya, dan apabila kamu tidak sanggup melihat-Nya, maka yakinlah bahwa Allah melihat kamu.”

Sangat jelas dalam hadits ini, perintah untuk seolah-olah melihat Allah dalam shalat adalah pekerjaan imajinasi atau kemampuan “membayangkan.” Seperti diketahui, ayat-ayat suci Al Quran banyak menggunakan kata perumpamaan: seakan-akan, seperti, yang tentunya membutuhkan daya imajinasi yang kuat. “Tahukah Anda kalau daya imaninasi adalah tanggungjawab otak kanan?” kata Amran.

Hasil Penelitian Mutakhir

Tahukah Anda, bahwa kemampuan otak kanan itu memiliki kapasitas 90% dan otak kiri hanya 10-12%. Hasil penelitian mutakhir di AS menyebutkan, peran logika dalam membuat orang menjadi sukses hanya 4-6%, sedangkan 94-96% adalah tanggungjawab otak kanan yang banyak berhubungan dengan inovasi, kreativitas, naluri, intuisi, daya cipta, kejujuran, keuletan, tanggungjawab, kesungguhan, spirit, kedisiplinan, etika, empati dan lain-lain.

Sedangkan tugas otak kiri adalah yang selalu berhubungan dengan angka-angka, bahasa analisa, logika, intelektual, ilmu pengetahuan. Adapun otak kanan bertanggungjawab dalam hal imajinasi, kreativitas, seni, music, inovasi, daya cipta, intuisi, otak bawah sadar, keikhlasan, kebahagiaan, spirit, keuletan, kejujuran, keindahan dan lain-lain. Selain diurusi oleh otak kiri, juga menjadi urusan otak kanan.


....Otak kanan dapat merekam dengan cepat dan tersimpan selamanya dalam memori otak. Sel-sel darah manusia dapat menjadi cadangan tempat penyimpanan memori manakala memori otak kita penuh. Kapasitas kemampuan otak kanan dalam menyimpan memori mencapai 10 pangkat 5 juta kilometer....

bersambung....

sumber : http://www.voa-islam.com/news/indonesia/2011/01/20/12876/mengungkap-rahasia-dahsyatnya-otak-kanan-manusia/

Tuesday, November 12, 2013

Rahasia Meningkatkan Kedahsyatan Otak Kanan - 13 Wasiat Terlarang #bagian 2

berikut adalah tulisan bagian ke-2 dari Rahasia Meningkatkan Kedahsyatan Otak Kanan - 13 Wasiat Terlarang. Apabila anda ingin membaca tulisan bagian ke-1 silahkan klik disini

Wasiat #3 – STORY

“Fakta”, yang sering terjadi di masyarakat, itu hanya bisa mengungkapkan bagaimana situasi itu terjadi. Sedangkan “cerita” itu bisa menghibur, membujuk, sekaligus menghanyutkan. Mengapa MetroTV selalu kalah peminatnya daripada Indosiar? Mengapa Anda bisa lebih cepat membaca Novel daripada buku Intermediate Accounting? Mengapa guru sejarah biasanya lebih banyak fans daripada guru fisika? Sebab hal-hal yang peminatnya kurang di atas adalah hal-hal yang hanya berbau “fakta”. Mereka hanya mengungkapkan fakta tentang pengetahuan, tapi mereka tidak “bercerita” seperti hal-hal yang lebih banyak diminati pada contoh di atas. Anda dapat menganalogikan diri Anda sendiri, untuk meledakkan potensi otak kanan (meningkatnya otak kanan sebanding dengan meningkatnya peminat (rezeki)) maka Anda perlu mengasah kemampuan Anda untuk bercerita. Basa-basi itu sangat perlu dalam public speaking untuk menarik perhatian audience kan.

Wasiat #4 – METHAPOR

Kiasan (methapor) dapat merangsang muatan-muatan yang terkandung di otak kanan. Kiasan cenderung bersifat high context atau bisa dikatakan komunikasi secara tidak langsung. Ada kaitannya antara kiasan ini dengan 3 wasiat sebelumnya, bahwa biasanya orang yang pandai berkias maka orang tersebut juga pandai melucu, bermain, dan bercerita. Padahal semua itu adalah ciri-ciri otak kanan. Dan ada juga fakta unik yang menunjukkan bahwa laki-laki yang pandai bermain musik (biasanya cenderung juga pandai bersyair) lebih banyak diminati oleh wanita. Berhubung saya bukan wanita, saya tidak tahu ada daya tarik apa dibalik hal tersebut. Bahkan jika Anda pernah nonton film sang pemimpi, untuk mendapatkan hati Nurmala, Arai sampai rela belajar gitar dan menyanyi. Saya punya pengalaman nyata, ada seorang teman saya yang minta diajarin main gitar. Setiap seminggu sekali dia datang ke kos atau rumah saya. Ketika saya sempat bertanya alasannya rupanya dia sedang ingin mendekati wanita. Hmm...percaya tidak percaya, memang aneh, tapi memang kiasan itu akan menarik lebih banyak peminat. Anda tau slogan Citato? “Life is never flat”. Itu pun juga merupakan kiasan yang menggabungkan antara filosofi hidup dengan bentuk Citato itu sendiri yang bentuknya keriting. Untuk meningkatkan otak kanan Anda bisa sekali-kali menikmati puisi atau menghayati lirik lagu yang Anda dengarkan.

Wasiat #5 – CREATIVITY

Kreativitas bukanlah semata-mata soal menguras ide, tetapi juga soal berburu solusi, mengembalikan cara pandang, menggebrak perubahan, atau aktivitas sejenisnya.Percaya tidak bahwa kreativitas itu juga merupakan sifat Tuhan? Sebab Dialah yang Maha Mencipta, Yang Maha Melukis, dan Yang Maha Mengatur. Biasanya orang yang kreatif akan lebih banyak dicari. Sebab dengan kreativitas, banyak peluang rezeki yang dapat diperoleh. Pernahkah Anda melihat gaya rambut orang yang dipotong dengan model bagian belakangnya membentuk logo “apple” ? Itu adalah salah satu contoh strategi pemasaran yang kreatif menggunakan otak kanan.

Wasiat #6 – VISUAL

Saya mempunyai seorang dosen mata kuliah Sistem Informasi Akuntansi yang mengatakan bahwa flowchart merupakan hal yang sangat substantif dalam sebuah sistem. Sebab, minimal hanya dengan berbekal sebuah gambar flowchart saja sebuah sistem seharusnya sudah bisa berjalan. Beliau melanjutkan, “Sebuah gambar setara nilainya dengan seribu kata”. Jika pada wasiat sebelumnya terdapat perumpamaan bahwa buku Novel lebih banyak diminati daripada buku Intermediate Accounting, maka rupanya kini buku Komik lebih banyak diminati anak-anak dari pada Novel. Hal itu karena komik lebih banyak gambarnya daripada Novel. Anak-anak yang masih cenderung otak kanannya akan merasa cocok untuk melihat hal-hal yang berbau visual. Orang yang pintar menggambar biasanya otak kanannya encer. Anda pun pasti juga pernah menemui fakta unik bahwa lukisan yang gambarnya amburadul ternyata justru dihargai dengan sangat tinggi karena di dalamnya terdapat penafsiran beribu kalimat atas lukisan tersebut. Terakhir, Anda bisa lihat gambar di bawah ini adalah gambar sebuah majalah misteri. Anda perhatikan bahwa font untuk menulis kata “misteri” itu di-visualisasikan sehoror mungkin untuk lebih banyak menarik peminat.

Wasiat #7 – MUSIC

“Tulislah hukum-hukum, namun izinkan saya menulis lagu. Pastilah kelak saya akan memerintah negara Anda.” Kata seorang patriot Skotlandia bernama Andrew Fletcher. Memang kata “memerintah” tersebut bermakna kiasan. Maksudnya adalah biasanya masyarakat akan lebih banyak yang hafal terhadap sebuah lagu tertentu daripada hafal bunyi peraturan tertentu. Ini disebabkan karena musik, yang merupakan salah satu ciri otak kanan, lebih banyak diminati. Ingat, cara berpikirnya adalah: rezeki akan cepat datang bila diri kita banyak diminati, dan hal-hal yang berhubungan dengan otak kanan biasanya banyak diminati, maka kita bisa menerapkan hal tersebut pada diri kita. Anda bisa lihat bagaimana Ring Back Tone ini dicetuskan karena dasar pemikiran bahwa musik banyak diminati masyarakat. Dengan memasang RBT maka masyarakat akan merasa lebih nyaman untuk menelepon ke nomer tertentu daripada hanya mendengarkan nada sambung biasa. Dan seperti yang telah saya singgung sebelumnya, bahwa orang yang pandai bermusik biasanya juga cenderung otak kanannya.

bersambung.....

http://dinarmagzz.blogspot.com/2013/05/13-wasiat-terlarang-rahasia.html