Showing posts with label Keajaiban Sedekah. Show all posts
Showing posts with label Keajaiban Sedekah. Show all posts

Wednesday, August 27, 2014

Cara Kaya Dengan Sedekah, Syarat dan Ketentuan Berlaku

Cara kaya dengan sedekah, menjadi salah satu topik yang dibicarakan orang, benarkah demikian...? Sedekah memiliki rahasia yang tersembunyi bisa anda baca di Rahasia Sedekah. dan Rahasia Kaya

Banyak orang diluar sana yang mengatakan kalau kita bersedekah harus ikhlas, tetapi belum banyak orang yang tau tentang apa itu ikhlas dalam bersedekah. Ikhlas dalam bersedekah itu sebenarnya simpel saja, namun banyak orang yang mempersulit arti ikhlas tersebut. Nah di artikel syarat dan ketentuan sedekah ini, saya juga akan menjelaskan apa itu ikhlas dalam bersedekah dan bagaimana cara sedekah yang bisa membuat anda kaya.


Ok, langsung saja kita lihat Cara kaya dengan sedekah, ikuti syarat & ketentuannya di bawah ini :

Saturday, August 23, 2014

Rahasia Otak Kanan : Rahasia Dibalik Sedekah dan Infaq (bagian #2)

Bagi yang belum membaca bagian #1 silahkn klik disini

3. Sesungguhnya pelaku sedekah sangat merasakan nikmat iman

Dari Abu Darda ra, Nabi S.A.W, beliau bersabda :
” Lima macam yang barang siapa melakukannya disertai iman, maka ia akan masuk surga : Barang siapa memelihara sholat lima waktu dengan sebaik2 nya,m wudunya, rukunnya dan waktu2 nya, serta memberi zakat sebagian harta dengan baik hati (ikhlas)”. Ia berkata : Dan beliau bersabda : ” Demi Allah, tiadalah yang melakukan itu kecuali orang mukmin “.

Ibnu Rajab rahimahullah berkata : Maksud ( dalam keadaan baik hati ) : atau dengan sedekah sebagai tanda adanya rasa manis dan lezatnya iman. Hal itu sebagaimana dijelaskan dalam hadits Abdullah bin Mu`awiyah al-’Amiri dari Nabi S.A.W, beliau bersabda : ” Ada tiga perkara yang barangsiapa melakukannya, maka sungguh ia telah merasakan lezatnya Iman, ialah : Orang yang menyembah Allah yang maha Esa dan sesungguhnya tiada Tuhan kecuali Allah, menunaikan zakat hartanya dengan baik hati yang datang kepadanya setiap tahun “.

Thursday, August 21, 2014

Rahasia Otak Kanan : Rahasia Dibalik Sedekah dan Infaq (bagian #1)

1. Sedekah merupakan perintah Allah
Allah Ta`ala berfirman :
” Hai orang – orang yg beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yg pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi persahabatan yang akrab dan tidak ada lagi syafaat. Dan orang – orang kafir itulah orang – orang yg zalim ” ( Al Baqarah, 2:254 )

Yang dimaksud Syafaat di atas ialah usaha perantaraan dalam memberikan sesuatu manfaat bagi orang lain atau mengelakkan sesuatu mudharat bagi orang lain. Melalui ayat diatas Allah memerintahkan hamba-hambaNYA supaya menginfakkan sebagian dari apa yang telah DIA karuniakan kepada mereka dijalan NYA, yaitu jalan kebaikan. Agar pahala infak tersebut tersimpan di sisi Allah Ta`ala dan supaya mereka segera mengerjakan hal tersebut dalam kehidupan dunia ini.

Friday, October 18, 2013

8 Cara Mudah Menjadi Kaya dengan Sedekah

Menjadi orang kaya, berkecukupan harta, memiliki kesehatan adalah cita-cita dan keinginan sebagian besar orang. Namun banyak orang yang ingin kaya tetapi tidak tahu caranya. Apabila mau mempelajari, memahami, dan meyakini ada cara-cara yang mudah untuk menjadi kaya sesuai ajaran agama Islam. Ada amalan yang sudah Rasulullah SAW ajarkan kepada kita, yaitu : SEDEKAH. Berikut beberapa manfaat sedekah untuk mendorong kita supaya cepat kaya :

1. Sedekah akan dibalas 10 kali lipat.
Bagaimana sedekah bisa membuat orang menjadi kaya ?
" Barang siapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) 10 kali lipat amalnya; dan barang siapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya sedang mereka  sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan)." (Q.S. Al-An'aam : 160).

Allah SWT berfirman (dalam hadits qudsi): “Hai anak adam, infaklah (nafkahkanlah hartamu), niscaya Aku memberikan nafkah kepadamu.” (HR. Muslim)

Dalam rumus matematika, memberikan harta milik  kita pada orang lain berarti akan mengurangi jumlah harta kita dan menambahkan harta orang yang kita beri. contoh : kita memiliki harta 100.000 lalu kita memberikan 10,000 pada orang lain, maka 100.000 - 10.000 = 90.000. tapi dalam ilmu sedekah, memiliki konsep yang berbeda.dengan bersedekah, harta yang kita miliki bukannya berkurang tapi malah bertambah berlipat-lipat.jika kita mempunyai 100.000 lalu kita sedekahkan 10.000, maka sisa harta kita adalah 190.000 karena harta yang disedekahkan yakni 10.000 x 10 = 100.000 ditambah sisa harta setelah disedekahkan yakni 90.000 maka harta kita sekarang adalah 190.000 bukan?

2. Sedekah akan dibalas 700 kali lipat
"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh )orang-orang yang menafkahkan hartanya dijalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan 7 bulir, pada tiap-tiap bulir 100 biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah maha luas (Karunia-Nya) dan lagi Maha mengetahui". (Q.S. Al-Baqarah : 261).

itu berarti, jika kita mempunyai 100.000 lalu kita sedekahkan 10.000, maka sisa harta kita adalah 7.090.000 lhooo???,kok bisa begitu?, karena harta yang disedekahkan yakni 10.000 x 700 = 7.000.000 ditambah sisa harta setelah disedekahkan yakni 90.000 maka bukankah itu berarti harta kita sekarang adalah 7.090.000 ?

3. Sedekah dapat memudahkan untuk mendapatkan pekerjaan.
jika anda sedang merasa kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan, maka cobalah berdo'a dan bersedekah secara terus menerus walaupun cuma sedikit. Berdo'alah agar dengan sedekah tersebut anda diberi kemudahan dalam mendapatkan pekerjaan. Insya Allah tujuan anda akan tercapai.

4. Sedekah dapat memudahkan untuk mendapatkan keturunan.
apakah anda telah lama menikah dan belum memperoleh keturunan?anda sudah berobat kemana-mana tapi belum juga membuahkan hasil?. Cobalah anda bersedekah dan berdo'alah agar dengan sedekah tersebut mudah-mudahan Allah segera memberi anda keturunan dan cara inipun juga telah terbukti berhasil dengan ijin Allah SWT.

5. Sedekah mengakibatkan diampuni dosa
Nabi SAW bersabda, “Seorang wanita pezina telah diampuni dosanya karena ketika dalam perjalanan, ia melewati seekor anjing yang menengadahkan kepalanya sambil menjulurkan lidahnya hampir mati karena kehausan. Maka, wanita tersebut menanggalkan sepatu kulitnya, lalu mengikatkannya dengan kain kudungnya, kemudian anjing tersebut diberi minum olehnya. Maka dengan perbuatannya tersebut, ia telah diampuni dosanya.” Seseorang bertanya, “Adakah pahala bagi kita dengan berbuat baik kepada binatang?” Beliau SAW menjawab, “Berbuat baik kepada setiap yang mempunyai hati (nyawa) terdapat pahala.” (Muttafaq ‘Alaih)

6. Sedekah mengakibatkan terkabulnya do'a dan dibebaskan dari kesulitan
 “Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain.” (HR. Ahmad)

7. Sedekah dapat dijauhkan dari api neraka
 “Jauhkan dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan (shadaqah) sebutir kurma.” (Muttafaq ‘Alaih)

8. Seekah dapat mengobati penyakit

 “Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bershadaqah dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana.” (HR. Ath Thabrani)

sumber : http://rezeki-berkah.blogspot.com/2013/05/rahasia-menjadi-kaya-dengan-sedekah.html

Wednesday, October 16, 2013

Cara Menjadi Kaya dengan Sedekah

Alkisah seorang sahabat yang memeluk Islam di awal-awal nubuwwah, beliau juga termasuk 10 sahabat nabi yang dijamin masuk Jannah-Nya. Beliau, 'Abdurrahman ibn 'Auf adalah sahabat yang juga seorang pedagang kaya pada saat di Mekkah. Pada saat turun perintah hijrah, beliau meninggalkan semua harta kekayaannya, hingga sampai di Madinah dengan tangan kosong. Lalu, beliau dipersaudarakan dengan salah seorang pedagang kaya oleh Rasulullah.
Ada satu kejadian unik pada saat pertemuan keduanya, ketika itu orang Anshar tersebut menawarkan kepadanya beberapa hal, "Sesungguhnya aku mempunyai beberapa kebun, silakan kau ambil separuhnya untukmu. Lalu aku juga punya 2 rumah, biarlah satu kuberikan untukmu. Aku juga mempunya 2 istri yang cantik jelita, pilihlah seorang yang berkenan di hatimu, dan jadikanlah istrimu."

'Abdurrahman ibn 'Auf berkata, "Tidak, kuucapkan terima kasih atas kebaikanmu. Kini, yang aku minta adalah, tunjukan aku jalan menuju pasar!"
"Namun setidaknya menikahlah dulu." Ujar sahabat dari Anshar ini,
"Insya Allah, satu bulan lagi aku menikah."
Mungkin menurut logika, mungkin akan lebih mudah memulai usaha dengan adanya kebun, rumah, dan istri. Namun tidak begitu bagi 'Abdurrahman ibn 'Auf.
Kemudian  'Abdurrahman ibn 'Auf pun memulai usahanya di Madinah dari nol. Mulanya hanya sebagai kuli angkut, lalu sebagai makelar, hingga kemudian menjadi pedagang terjujur dan tesukses di sana. Ia menghancurkan kelicikan timbangan di pasar itu dengan kejujuran Islam. Tepat 1 bulan kemudian beliau bergegas menemui Rasulullah, namun kini sebagai pedagang yang jujur dan sukses. Ia berkata dengan tersipu bahwa ia akan menikah.
Lalu, secara rutin ia berinfak dalam jumlah yang amat besar, membagikannya ke penduduk Madinah, atau membiayai pasukan perang Kaum Muslimin. Bahkan jumlah infaqnya dapat mencapai 40.000 Dinar. Bila dikonversikan ke rupiah, maka pada saat ini bisa mencapai angka 64 milyar Rupiah.
Bayangkan saja, 1 kali kesempatan berinfak, maka 64 milyar rupiah telah disedekahkannya. Subhanallah! Inilah kapasitas seorang sahabat Nabi! Inilah 'Abdurrahman ibn' Auf.

sumber : http://www.baitalkamil.org/stories/menjadi-kaya-dengan-sedekah

Thursday, August 22, 2013

Dengan Otak Kanan : Kaya Tanpa Harta

Kaya Tanpa Harta, Bisa?
Kekayaan hakiki bukanlah banyaknya harta benda, tetapi kecukupan dalam jiwa (hati).

Kalau pertanyaan ini: mau jadi orang kaya atau orang miskin, diajukan kepada kita, mayoritas, atau bahkan semua, akan memilih menjadi orang kaya. Wajar, karena kekayaan identik dengan kebahagiaan; identik dengan kecukupan dan ketenangan hidup. Rasanya hampir tidak seorang pun yang ingin hidup sengsara. Tetapi permasalahannya, dengan apa menjadi kaya sehingga bisa hidup tenang dan berkecukupan? Dengan harta benda atau pangkat dan jabatan duniawi semata?

Jawabnya: pasti: tidak. Karena kenyataan di lapangan membuktikan banyak orang yang memiliki harta berlimpah dan jabatan tinggi tapi hidupnya jauh dari kebahagiaan dan digerogoti berbagai macam penyakit kronis yang bersumber dari hati dan pikirannya yang tidak pernah tenang. 

Kalau demikian, dengan apakah seseorang bisa meraih kekayaan, kecukupan dan kebahagiaan hidup sejati? Temukan jawabannya dalam hadis berikut. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwa Rasu¬lullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Bukanlah kekayaan itu dengan banyaknya harta benda, tetapi kekayaan (yang hakiki) adalah kekayaan/kecukupan (dalam) jiwa (hati).”(HR. al-Bukhari No. 6081 dan Muslim No. 1051) 

Inilah jawaban hadis Rasulullah tersebut yang merupakan wahyu Allah Subhanahu wa ta ala, Pencipta alam semesta beserta isinya, termasuk jiwa dan raga manusia; Dialah Yang Maha Mengetahui tentang segala keadaan manusia, tidak terkecuali sebab yang bisa menjadikan mereka meraih kekayaan, kecukupan dan kebahagiaan hidup sejati. Maha benar Allah Subhanahu wa ta’ala yang berfirman, yang artinya, 

“Bukankah Allah yang menciptakan (alam semesta beserta isinya) Maha Mengetahui (segala sesuatu)? Dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Mulk: 14) 

Hadis tersebut merupakan argumentasi kuat, ditambah bukti nyata di lapangan, yang menunjukkan bahwa kekayaan dan kecukupan dalam hati merupakan sebab kebahagiaan hidup manusia lahir dan batin, meskipun tidak memiliki harta yang berlimpah. 

Dalam hadis lain, Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: 

“Ketahuilah, sesungguhnya dalam tubuh manusia ada segumpal daging; jika segumpal daging itu baik, maka akan baik seluruh tubuh manusia, dan jika segumpal daging itu buruk, maka akan buruk seluruh tubuh manusia; ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati manusia.”(HR. al- Bukhari No. 52 dan Muslim No. 1599) 

Benar, kekayaan sejati adalah iman kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dan ridha terhadap segala ketentuan dan pemberian-Nya, yang melahirkan sifat qana’ah (selalu merasa cukup dengan rezeki yang diberikan Allah. Inilah sifat yang akan membawa kepada keberuntungan besar bagi seorang hamba di dunia dan akhirat. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sungguh sangat beruntung seorang yang masuk Islam, kemudian mendapatkan rezeki yang secukupnya dan Allah menganugerah¬kan kepadanya sifat qana’ah (merasa cukup dan puas) dengan rezeki yang Allah Subhanahu wa ta’ala berikan kepadanya.” (HR. Muslim No. 1054) 

MAKNA KAYA DAN MISKIN 

Apa yang dijelaskan dalam hadis tersebut tidaklah mengherankan. Pasalnya, arti “kaya” yang sesung¬guhnya adalah merasa cukup dan puas dengan apa yang dimiliki, dan orang yang tidak pernah puas dan selalu rakus mencari tambahan, meskipun hartanya berlimpah, sungguh inilah kemiskinan yang sejati, karena ke¬butuhannya tidak pernah tercukupi. 

Imam Ibnu Baththal berkata: “Makna hadis di atas: Bukanlah kekayaan yang hakiki (dirasakan) dengan banyaknya harta, karena banyak orang yang Al¬lah jadikan hartanya berlimpah tidak merasa cukup dengan pemberian Allah tersebut, sehingga dia selalu bekerja keras untuk menambah hartanya dan dia tidak peduli dari mana pun harta tersebut berasal (dari cara yang halal atau haram). Maka (dengan ini) dia seperti orang yang sangat miskin karena (sifatnya) yang sangat rakus. Kekayaan yang hakiki adalah kekayaan (dalam) jiwa (hati), yaitu orang yang merasa cukup, qana’ah dan ridha dengan rezeki yang Allah limpahkan kepadanya, sehingga dia tidak (terlalu) berambisi untuk menam¬bah harta (karena dia telah merasa cukup) dan tidak ngotot mengejarnya, maka dia seperti orang kaya.” (Kitab Tuhfatul ahwadzi, (7/35) 

Oleh karena itu, kemiskinan yang sebenarnya adalah sifat rakus dan ambisi yang berlebihan untuk menim¬bun harta serta tidak pernah merasa cukup dengan pemberian Allah Ta’ala. Padahal, kalau saja seorang manu¬sia mau berpikir dengan jernih dan merenung: apakah kerakusan dan ketamakannya akan menjadikan rezeki yang telah Allah tetapkan baginya bertambah dan semakin luas? Tentu tidak, karena segala sesuatu yang telah ditetapkan-Nya tidak akan berubah, bertambah atau berkurang. 

Bahkan lebih dari itu, justru kera¬kusan dan ambisi yang berlebihan 
mengejar perhiasan dunia, itulah yang akan menjadikannya semakin menderita dan sengsara. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ber-sabda: “Barangsiapa yang (menjadikan) dunia tujuan utamanya, maka Allah akan mencerai-beraikan urusannya dan menjadikan kemiskinan/tidak pernah merasa cukup (selalu ada) di hadapannya, padahal dia tidak akan mendapatkan (harta benda) duniawi melebihi dari apa yang Allah tetap¬kan baginya. Dan barangsiapa yang (menjadikan) akhirat niat (tujuan utama)nya, maka Allah akan meng¬himpunkan urusannya, menjadikan kekayaan/selalu merasa cukup (ada) dalam hatinya, dan (harta benda) duniawi datang kepadanya dalam keadaan rendah (tidak bernilai di hadapannya).” (HR. Ibnu Majah No. 4105; Ahmad 5/183; ad-Daarimi No. 229; Ibnu Hibban No. 680; dan lain-lain dengan sanad yang sahih, dinyatakan sahih oleh Ibnu Hibban, al-Bushiri dan Syaikh Al-Albani) 

Kesimpulannya: orang yang pa-ling kaya adalah orang yang paling qana’ah (selalu merasa cukup dengan rezeki yang diberikan Allah Subhahu wa ta’ala) dan ridho dengan segala pembagian-Nya. 

Rasulullah Shallal¬lahu ‘alaihi wa saalam bersabda: “… Ridhahlah (terimalah) pembagian yang Allah tetapkan bagimu, maka kamu akan menjadi orang yang paling kaya (merasa kecukupan).” (HR at-Tirmidzi No. 2305 dan Ahmad 2/310; dinyatakan hasan oleh Syaikh Al-Albani) 

Semoga bermanfaat bagi yang merenungkannya.


Wednesday, August 21, 2013

Kisah Dahsyat Keajaiban Sedekah



Sahabat sekalian, Inilah sebuah kisah keajaiban sedekah semoga menjadi motivasi bagi kita untuk senantiasa gemar bersedekah dan semoga dengan bersedekah Allah akan selalu memberi kemudahan Rezeki pada kita semua Amin, sahabat Mari kita simak kisah keajaiban sedekah berikut ini :

” Hari ini saya membuka facebook, Salah seorang sahabat mengirimkan sebuah nasehat yang membuat hati tertegun dan mata ini berkaca-kaca. Ia mengirimkan sebuah ’surat cinta’ dari Rasulullah saw. Isi suratnya sebagai berikut;
Rasulullah SAW pernah berkata, bahwa setiap masuk pagi, ada dua malaikat mengajukan permohonan mereka kepada Allah SWT. Malaikat pertama berdoa:”Ya Allah berikanlah ganti bagi orang yang menginfaqkan hartanya”. Yang kedua berdoa:” Ya Allah jadikanlah semakin tidak punya orang yang pelit terhadap hartanya.”

Berbicara mengenai balasan dari Allah atas sedekah ataupun infaq yang telah kita keluarkan, sungguh kita butuh keyakinan yang sempurna, bahwa Allah akan mengganti dengan berlipat-lipat dari arah yang tak pernah kita sangka-sangka sebelumnya. Bukankah Allah sesuai dengan prasangka hamba-Nya? Berikut ini adalah sekelumit pengalaman yang mudah-mudahan bermanfaat buat ikhwah sekalian.
Alhamdulillah, saya sekeluarga sejak beberapa bulan lalu belajar menguatkan keyakinan itu, bahwa Allah akan memberikan ganti yang lebih baik bagi orang-orang yang menginfakkan hartanya. Dan dengan pengharapan yang besar kepada Allah bahwa Dia pasti akan memenuhi janjinya tanpa menunggu waktu yang lama. Saya dan istri juga mulai belajar merutinkan sedekah baik dikala lapang dan sempit. Dengan nilai besar ataupun kecil, dengan jalan menghadiahi orang tua atau saudara. Meski tidak seberapa namun kami belajar untuk mengasah keikhlasan semata karena Allah. Dan dengan jalan menyisihkan infaq untuk fii sabilillah. SubhanAllah, keyakinan itu semakin kuat. Dan janji Allah demikian nampak jelas. Salah satunya adalah pada aksi solidaritas Palestina untuk warga Ghaza yang lalu.

Saya dan istri memang orang yang berpenghasilan utama dari gaji yang kami terima setiap akhir bulan. Beberapa penghasilan dari usaha lain (memang sudah menjadi komitmen) sementara tidak kami masukkan dalam penghasilan keluarga. Praktis kami menghidupi diri dengan gaji bulanan tersebut. Maka, kejadian uang habis sebelum jatuh tanggal menjadi hal yang lumrah dan biasa. Tapi kami tak berputus asa, bahkan kami makin semangat untuk berinfaq sekaligus menguatkan keyakinan terhadap janji-janji Allah.

Saat aksi Palestina 27 Januari lalu, kondisi kantong keluarga memang sedang kurang bersahabat. Baru 3 hari terima gaji, cuma tersisa beberapa rupiah saja. Bukan karena dibelanjakan konsumtif, karena kebetulan bulan Januari itu saya mengembangkan usaha yang terpaksa harus mengambil sebagian besar penghasilan bulanan yang biasanya saya terima. Sebagian sisanya sudah pasti dibelanjakan untuk mujahidah kecil kami, Safiya Salwa Syahidah, yang saat ini menginjak usia 10 bulan. Namun, atas dasar cinta dan empati kepada saudara seiman di Ghaza, kami sekeluarga berangkat ke Monas dengan semua bekalmaal yang masih tersisa. Ada beberapa lembar uang kertas yang tersumpal dikantong celana. Sayangnya hanya 2 lembar yang signifikan nilainya. Beberapa yang lain hanya cukup untuk membeli makanan sederhana dan air minum untuk kami saat aksi siang harinya, termasuk buat Salwa. Itu pun mungkin tidak cukup.

Namun, saya sudah meniatkan untuk menginfaqkan 1 lembar dari 2 lembar yang cukup berharga itu, (jika tak layak disebut SANGAT berharga). Istri awalnya sedikit agak ragu, mengingat penghasilannya yang beberapa hari lagi keluar sudah ter-pos-pos sedemikian rupa. Sementara untuk melewati satu bulan kedepan masih sangat panjang. Sehingga sepeser dari uang yang tersisa menjadi sangat berarti. Sampai saat aksi solidaritas untuk Palestina itu lewat separuh jalan, istri masih berat hati. Namun bayang wajah duka lara saudara-saudara di Ghaza membuat menitik air mata ini. Saya coba terus meyakinkan istri, bahwa Allah pasti akan mengganti dengan yang jauh lebih banyak. Apalagi mengeluarkan sedekah karena Allah di kala sempit. Allah pasti tak akan membiarkan begitu saja hamba-Nya yang punya ar-rajaa’ dan al-hubkepada saudaranya seiman.

Aksi itu sudah sampai dipenghujungnya, kami pun bersiap melangkah pulang seraya menunggu bus umum yang menuju ke Kota Tangerang. Saya merogoh saku celana dan seketika terhenyak, ternyata kami belum berinfak. Saya genggam beberapa lembar uang kertas di tangan. Dan kutatap wajah istri untuk meminta persetujuannya mengambil satu diantara 2 lembar uang yang sangat berharga itu, sebagaimana yang dari awal sudah diniatkan. Sementara 1 lembar lagi kami pakai untuk ongkos naik bus. Akhirnya, istripun mengangguk tanda setuju.

Saya pun bersyukur. Karena ‘pasukan pengumpul’ infaq dari panitia aksi sudah sangat jauh dari posisi kami, maka sembari meraih Salwa saya mendekati beberapa panitia petugas medis Aksi yang kebetulan sedang berhenti beberapa puluh meter di dekat kami. Setelah sejenak kami beri penjelasan bahwa kami terlupa belum infaq, maka petugas medis bersedia menerima titipan tersebut dari kami. Salwa yang menggenggam uang itu, dan itu pertama kali baginya berlatih untuk berinfaq. Dalam hati, ucapan ‘bismillah’ saya kuatkan saat jemari mungil Salwa melepaskan satu lembar uang berharga itu. Dan akhirnya kami pulang dengan hati yang tentram, penuh syukur, dan berserah diri kepada Allah. Semoga sedikit dari rizki yang kami infaqkan bisa memberi manfaat untuk anak-anak Ghaza yang teraniaya dan tak mampu membeli susu.

Janji Allah itu tak pernah meleset dan ingkar. Allah memenuhi janji-Nya dengan cara-caranya sendiri. Belum genap 24 jam semenjak aksi itu, dari arah yang tak disangka-sangka, lewat tangan istri, Allah SWT memberikan ganti sejumlah uang sama persis dengan nilai uang yang kami infaqkan sehari sebelumnya. Saat istri menyampaikan kabar itu, mata saya berkaca-kaca. “Subhanallah, Engkau Maha menepati janji ya Allah”. Hati saya bergemuruh, bukan karena uang yang kami terima itu. Namun karena untuk yang kesekian kalinya bagi kami, Allah memenuhi janji-Nya secepat kilat.

Tidak sampai disitu, dari uang itu kami pun sepakat untuk menyedekahkan sebagiannya. Subhanallah, 10 hari kemudian lewat tangan istri kembali, lewat jalan yang tak disangka-sangka Allah menggantinya 7 kali lipat dari sebagian yang kami infaqkan. Dengannya kami pun menyedekahkan sebagian lagi dari yang 7 kali lipat itu, dan 2 hari berikutnya Allah yang Maha Kaya menggantinya 10 kali lipat dari yang kami sedekahkan. Padahal biasanya kami hanya menerima penghasilan dari gaji tetap bulanan saja yang tak ‘mungkin’ bertambah di tengah jalan.

Memang Allah benar-benar mengganti sedekah hamba-Nya dengan berlipat-lipat keberkahan. Bahkan di pagi ini, saya mendapatkan kabar gembira lewat telepon dari seorang ikhwah yang bekerjasama mengelola sebuah usaha baru yang saya jalankan. Bahwa usaha yang dibuka hari pertama dihari kemarin menunjukkan optimisme keuntungan yang sangat menjanjikan. Alhamdulillah.
Terima kasih yaa Rabbana, mudah-mudahan Engkau anugerahkan kepada kami dan saudara-saudara kami rezeki yang melimpah lagi berkah. Agar kami bisa kembali bersedekah (dengan lebih banyak) untuk saudara-saudara kami lainnya yang Engkau uji dengan kekurangan harta dan ketakutan. Ya Allah, sayangi dan kasihilah saudara-saudara kami di Ghaza dengan kuasa-Mu. Lindungi dan selamatkan mereka dari orang-orang yang dzalim lagi aniaya.

Ya Allah Dzat yang Maha Perkasa, kami beriman atas janji-janji-Mu. Dan semakin kuat atas keyakinan kami, bahwa iman, ukhuwah, dan rezeki di tangan hamba-Mu tak pernah Engkau sia-siakan. Engkau pasti bersama kami dengan keimanan kami, dan Engkau pasti menjadi Penolong kami dengan persaudaraan kami. Tak ada nilai yang kecil di sisi Engkau, ketika sedekah ini dibalut dengan keikhlasan dan cinta atas nama-Mu.

sumber : http://7keajaibansedekah.blogspot.com/2012/05/kisah-keajaiban-sedekah.html

Tuesday, August 20, 2013

Sejuta Keajaiban Sedekah

Keajaiban Sedekah
Kita awali dengan sebuah kisah keajaiban sedekah. Kisah yang menunjukkan bagaimana Allah sangat menghargai amal hamba. Tuhan Yang Maha Mendengar tidak akan menyia-nyiakan kebaikan makhluk yang Dia ciptakan.

Tersebutlah seorang ibu solihah. Beliau memiliki seorang putra yang menjadi tulang punggung keluarga. Di rumahnya yang penuh keterbatasan, sang ibu menunggu kapan putranya pulang. Dia pergi melakukan safar yang jauh. Hingga sang ibu putus asa, sementara sisa makanan tinggal cukup beberapa hari.

Suatu hari sang ibu sedang bersiap untuk menyantap makan siangnya. Ketika beliau mengambil suapan pertama dan siap untuk dilahap, tiba-tiba di depan pintu ada pengemis yang meminta makanan. Beliaupun tidak jadi melanjutkan suapannya. Beliau menaruh suapannya dan menyerahkan satu porsi makanan itu ke pengemis. Sehari itu, sang ibu menahan lapar.

Ternyata selang beberapa hari, tibalah putranya yang lama dia nantikan. Mulailah dia bercerita tentang kejadian yang luar biasa kepada ibunya,

Ada kejadian luar biasa yang aku alami. Setelah beberapa hari saya melintasi jalur di daerah tertentu, tiba-tiba keluar seekor singa. Sehingga akupun memegang erat punggung keledai yang aku naiki. Namun singa itu menyerang keledai. Dan kuku singa itu telah mengoyak jaket yang aku bawa, baju dan jubahku. Ketika cakarnya menghantam badanku, saya tercengang dan hampir hilang ingatan. Singa inipun membawaku dan menyeretku ke belukar yang tidak jauh. Dia bersiap untuk mengoyakku.

Tiba-tiba saya melihat orang berbadan besar, wajah dan bajunya putih, datang dan langsung memegang singa tanpa senjata. Dia naik dan pergi menghilang.

Ketika itu, orang besar tadi mengatakan: ‘Berdirilah wahai singa, satu suapan dengan satu suapan.’ Singa itupun berdiri dan lari meninggalkanku.

Akupun mencari lelaki itu, dan aku tidak berhasil menemukannya. Saya duduk menenangkan diri di tempat itu dan kembali mengambil bekal makananku. Akupun memperhatikan badanku, ternyata tidak ada satupun yang terluka. Kulanjutkan perjalanan, hingga aku bisa menyusul rombongan. Mereka sangat terheran melihat kejadian yang kualami. Namun saya kebingungan, apa makna ‘satu suapan dengan satu suapan.’

Mendengar ini, sang ibu memahami. Karena kejadian itu bersamaan dengan peristiwa saat beliau memberikan sedekah makanan. Beliau tidak sempat menelan satu suap, dan diberikan kepada orang yang membutuhkan. Dengan itu, Allah selamatkan anaknya dari ‘suap’ singa.

[Kisah ini disebutkan oleh At-Tanuji dalam kitab: Al-Faraj ba’da As-Syiddah]

Sedekah, mendengar namanya, orang sudah kenal keutamaannya. Sedekah berasal dari As-Shidq, artinya jujur. Seorang muslim yang bersedekah berarti dia membuktikan kejujurannya dalam beragama. Betapa tidak, harta yang merupakan bagian yang dia cintai dalam hidupnya, harus dia berikan ke pihak lain. Karena itulah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut sedekah sebagai 'burhan' (bukti). Dalam hadis dari Abu Malik Al-Asy'ari, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَالصَّلَاةُ نُورٌ، وَالصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ وَالصَّبْرُ ضِيَاءٌ، وَالْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ
"Shalat adalah cahaya, sedekah merupakan bukti, sabar itu sinar panas, sementara Al-Quran bisa menjadi pembelamu atau sebaliknya, menjadi penuntutmu." (HR. Muslim 223).
Sedekah disebut 'burhan' karena sedekah merupakan bukti kejujuran iman seseorang. Artinya, sedekah dan pemurah identik dengan sifat seorang mukmin, sebaliknya, kikir dan bakhil terhadap apa yang dimiliki identik dengan sifat orang munafik. Untuk itulah, setelah Allah menceritakan sifat orang munafik, Allah sambung dengan perintah agar orang yang beriman memperbanyak sedekah. Di surat Al-Munafiqun, Allah berfirman,
وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ
Infakkanlah sebagian dari apa yang Aku berikan kepada kalian, sebelum kematian mendatangi kalian, kemudian dia meng-iba: "Ya Rab, andai Engkau menunda ajalku sedikit saja, agar aku bisa bersedekah dan aku menjadi orang shaleh." (QS. Al-Munafiqun: 10).
sumber : http://pengusahamuslim.com/keajaiban-sedekah-1823#.UhQwHpL0Hz4

Wednesday, March 6, 2013

Keajaiban Sedekah, mengatasi semua masalahmu!!!



Keajaiban Sedekah adalah tentang balasan, inilah hukum kausalitas dari-nya dan janji tertulis dari-nya. karena orang atheis sekalipun yang bersedekah, yang maha membalas pasti akan membalas. Ini adalah hukum kausalitas (law of causality) dari-nya yang universal, dan berlaku bagi siapapun. Yang dimaksud balasan disini adalah balasan jangka pendek dan balasan jangka panjang. Balasan jangka pendek adalah balasan di dunia yang diberikan kepada siapapun yang bersedekah tanpa pandang bulu!  balasan itu dapat berupa : kemudahan urusan, kesehatan, keselamatan, keuangan.
Dan apabila sedekah kita dilandasi iman dan ikhlas maka kita akan memperoleh bonus yaitu balasan jangka panjang (akhirat) yaitu : ridha, pahala dan surga-Nya.

Keajaiban Sedekah : kesulitan bisa dibeli dengan sedekah
Apapun masalah yang kita hadapi, sesulit dan serumit apapun itu janganlah berputus asa. Berdoalah, mintalah kepada Nya jalan keluar. Dan yakinlah Yang Maha Memberi pasti akan memberikan kita jalan keluar terbaik. Disamping berdoa kita juga harus beramal. Beramal disini adalah berbagi atau sedekah. Nabi SAW sendiri yang bersabda : "Belilah semua kesulitanmu dengan sedekah", artinya semua permasalahan bisa disolusiin dengan Sedekah. Ini adalah berniaga kepada-Nya dan ini adalah Keajaiban Sedekah.
Jadi, seluruh masalah bisa kita beli dengan Sedekah : Melunasi hutang, Menolak Bala Menyembuhkan Penyakit, Mencari Jodoh, Mengatasi Kebangkrutan,Ingin punya anak dll.

Keajaiban Sedekah : Bala tidak pernah mendahului sedekah
Ada suatu kisah di jaman nabi, Beliau diberitahu oleh Malaikat bahwa si Fulan akan meninggal esok harinya karena digigit ular. Keesokan harinya, ternyata orang tersebut masih sehat dan terus bekerja sampai hari tuanya. Nabi pun terkejut dan bertanya kepada Malaikat tentang apa yang terjadi. Malaikat kemudian menjelaskan bahwa orang tersebut seharusnya ditakdirkan meninggal karena digigit ular pada hari esok tersebut, tetapi pada malam harinya orang tersebut menyedekahkan sebagian hartanya sehingga karena sedekahnya tadi, Ia terhindar dari bala gigitan ular.
Begitulah Keajaiban Sedekah, takdir pun dapat diubah dan maut pun dapat dicegah. Jadi, Bersedekahlah sesering mungkin dan jangan menunda bersedekah karena Bala tidak pernah mendahului Sedekah.

Keajaiban Sedekah : Pancinglah rezeki dengan sedekah
Sebuah hadits berbunyi : Turunkanlah (datangkanlah) rejekimu dengan bersedekah (HR. Baihaqi)
Dalam Al Quran pun ditegaskan : "Sesiapa yang disempitkan rezekinya (miskin) hendaklah menafkahkan sebagian rezekinya (sedekah)". (QS. 65:7).
Jadi, sedekah adalah amalan orang-orang kaya. Orang dalam keadaan miskin pun dianjurkan untuk bersedekah. Karena harta yang disedekahkan tidak akan pernah berkurang, justru semakin bertambah dan terus bertambah. Tidak ada ceritanya ahli sedekah malah tambah miskin dan kekurangan. Bagaimanapun, Yang Maha Kaya dan Maha Membalas akan membalas sedekah kita dengan balasan yang berlipat-lipat dan tidak pernah kita sangka-sangka.

Keajaiban Sedekah : Obatilah penyakit dengan sedekah
Jika ada orang-orang di sekitar kita atau bahkan kita sendiri yang sedang sakit, dan sudah bosan berobat kesana kemari tapi tidak juga kunjung sembuh. Maka cobalah berdoa kepada-Nya dengan penuh harap untuk diberi kesembuhan, dan cobalah belilah penyakit anda dengan Sedekah. Bersedekahlah minimal 10% dari beaya berobat ke Dokter. Dengan Izin-Nya, akan terjadi keajaiban dan kita akan sembuh dalam waktu yang jauh lebih cepat dari orang rata-rata. Yah, jika kita yakin maka bagi-Nya tidak ada yang tidak mungkin. Nah, mengacu pada uraian diatas dan dalil lainnya, maka berikut adalah Keajaiban Sedekah : Melipatgandakan rezeki, memudahkan urusan, memudahkan jodoh, memudahkan keturunan, memelihara kesehatan, memanjangkan umur, menolak bala.

Keajaiban Sedekah : Mengajaibkan hasil
Keajaiban Sedekah adalah janji dari Tuhan Yang Maha Membalas dan Tuhan Yang Maha Menepati janji. Sejatinya tidaklah pantas bagi kita untuk itung-itungan dengan Tuhan. Karena begitu banyak nikmat-Nya yang tercurah kepada kita dan jika kita menghitung nikmat-Nya niscaya tidak akan sanggup menghitungnya. Perhatikan berapa rupiah yang harus kita bayar tiap bulan untuk membayar udara yang kita hirup setiap  detiknya, berapa rupiah yang harus kita siapkan untuk membayar semua fasilitas dari tuhan seperti : mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, lidah untuk mengecap dan lain sebagainya. Jika kita menghitung-hitungnya maka kita akan tahu betapa Maha kaya dan  Maha besar Tuhan, sehingga kita akan malu betapa sedikit sedekah kita.

Jelas bahwa balasan sedekah kita adalah minimal sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus kali lipat, inilah janji dari Tuhan Yang Maha Kaya dan Maha Membalas. Bahkan hanya dengan niat bersedekah saja, kita sudah mendapat pahala dan kalau kita melaksanakan niat tersebut maka pahala kita akan menjadi berlipat-lipat. Begitu juga dengan perbuatan buruk, jika hanya niat maka belum dihitung dosa dan jika niat tersebut dilakukan maka akan diganjar seimbang dengan kejahatannya. Begitulah jika Yang maha Kaya sudah berkehendak.

Jika kita cermati lebih jauh tentang balasan sedekah ini, Yang Maha kaya sebenarnya tidak butuh dengan sedekah kita. Toh, kita bersedekah ataupun tidak bersedekah tidak ada pengaruhnya sama sekali pada-Nya. Kekayaannya tidak akan berkurang sedikitpun. Justru dengan bersedekah manfaatnya akan kembali pada diri kita. Uang akan semakin bertambah jika disedekahkan, kesehatan dan kemudahan akan selalu menyertai kita. Jadi, intinya sedekah akan kembali kepada kita. Bukan Dia yang butuh sedekah tapi sejatinya kitalah yang butuh bersedekah.

sumber : http://motivasi4life.blogspot.com/2012/06/keajaiban-sedekah.html